Profil Pondok Pesantren Mahasiswi Darul Arifin II
Sejarah
Pondok Pesantren Mahasiswi Darul Arifin II
Seiring berkembangnya zaman saat ini nilai-nilai
moral dan keagaman mulai terkikis. Kenyataannya masih banyak remaja yang belum
memahami keagamaan dengan baik karena beberapa faktor yang mempengaruhi. Pengaruh
yang paling banyak dalam pembentukan karakter manusia adalah pengaruh
lingkungan. Remaja akan sangat mudah untuk berteman akrab dengan lingkungan yang
jauh dari jangkauan keagamaan sehingga waktu yang dihabiskan terbuang sia-sia
tanpa adanya nilai-nilai kebajikan. Maraknya remaja yang kian mengalami
pengaruh pergaulan bebas menjadi persoalan utama. Kekhawatiran orang tua
semakin hari mulai menghiasi dinding-dinding perbincangan dalam dunia
pendidikan dan masyarakat.
Tradisi-tradisi ulama saat ini mulai
digoyahkan dengan tradisi-tradisi barat yang lebih tren dikalangan remaja.
Minuman keras, narkotika dan pergaulan bebas bukan lagi hanya berada di daerah
perkotaan, namun sudah menyebar luas ke daerah pedalaman. Mirisnya lagi kasus
kehamilan diluar nikah sudah tidak asing untuk di dengar dan menjadi buah bibir
di kalangan masyarakat. Remaja yang
merupakan bagian dari manusia pada umumnya tentu memerlukan pedoman dalam
melangkah menuju insan kamil yang sesungguhnya. Pendidikan formal saja tidak
cukup untuk mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi, perlu adanya
keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan.
Pondok pesantren merupakan bentuk
lembaga pendidikan pribumi tertua di Indonesia yang memiliki tujuan umum
membimbing anak didik untuk menjadi insan yang berkepribadian islami yang
sanggup dengan ilmunya untuk menyebarkan kebaikan-kebaikan dan bermanfaat untuk
masyarakat sekitar melalui ilmu dan amalnya. Pondok pesantren bukan hanya
sebagai lembaga pendidikan tetapi berperan sebagai lembaga keagamaan yang
menjadi basis perlawanan terhadap bentuk penjajahan, lembaga keilmuan, lembaga
penelitian, lembaga pelatihan dan lembaga pengembangan masyarakat sekaligus
menjadi simpul budaya.
Kehadiran pondok pesantren menjadi solusi utama untuk menjawab persoalan-persoalan yang terjadi di era saat ini khususnya, mahasiswi yang baru menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi yang mengalami proses pertumbuhan remaja menuju dewasa dan memerlukan bimbingan serta pemikiran-pemikiran positif untuk menetapkan masa depannya.
Dr. KH.
Abdullah Syamsul Arifin S.Ag, M.H.I menjawab persoalan-persoalan yang terjadi
saat ini dengan mendirikan Pondok Pesantren Mahasiswi Darul Arifin II yang
terletak di Jalan Mataram No.09 Mangli Kaliwates, 50 M depan Universitas Islam
Negeri KH. Achmad Shiddiq Jember. Pesantren ini didirikan pada bulan november
2018 dengan mempertimbangkan beberapa
faktor yang terjadi seperti:
1. Adanya
kegelisahan orang tua mahasiswi yang tidak ingin pendidikan anaknya terhambat,
akan tetapi khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dikala
fenomena-fenomena yang terjadi di era saat ini.
2. Mewadahi
mahasiswi dengan akademika yang baik, tidak hanya dalam dunia kampus tetapi
juga dalam dunia pendidikan keagamaan.
3. Memadukan
orientasi dakwah dan pendidikan di kalangan mahasiswi
Dengan didukung oleh lingkungan yang
asri dan strategis dengan kampus, Kyai berupaya untuk mencetak manusia yang
Muttafaqah Fiddin untuk senantiasa
mengupayakan terciptanya pendidikan santri yang memiliki jiwa keikhlasan,
ukhwah islamiyah, dan kebebasan berpikir yang sesuai dengan Ahlussunnah
waljamaaah. Mahasiswi yang memiliki tempat tinggal yang jauh terutama di luar
jawa dapat terus belajar menimba ilmu di Universitas sembari menjaga diri dari
pergaulan bebas dan dapat menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat.
Awal mula didirikan, pesantren ini
menerima ± 30 santri pada bulan november 2018 yang ditempatkan di musholla
bawah, namun seiring berjalannya waktu jumlah santri semakin banyak disetiap
tahunnya, di mana saat ini jumlah santri mencapai ± 250 orang. Pengasuh Pondok
Pesantren Mahasiswi Darul Arifin II, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, S.Ag,
M.H.I mendirikan pondok ini dengan niat ingin menanamkan nilai-nilai dakwah dan
pendidikan serta memperbaharui pengetahuan mahasiswi dan menjaga intelektual
keagamaan mahasiswi.
Intelektual keagamaan dapat didukung
oleh beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah model
pembelajaran. Model pembelajaran yang baik akan meningkatkan mutu yang
berkualitas bagi Sumber Daya Manusia (SDM). Model-model pembelajaran di pesantren
sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu:
a) Pesantren
Salaf
Pesantren salaf merupakan pesantren yang
menyelenggarakan pendidikan berdasarkan kitab-kitab klasik (kitab kuning) yang
disusun oleh para ulama salaf dan kyai. Pesantren ini tidak menyediakan
pendidikan formal seperti SD,SMA, dan sebagainya. Pesantren salaf biasanya menggunakan
metode pengajaran sorogan dan wetonan.
b) Pesantren
Kholaf (Modern)
Pondok pesantren modern merupakan
kebalikan dari pondok pesantren salaf yang memiliki konotasi bermacam-macam. Ciri
khas utama pesantren modern adalah :
·
Penekanan pada Percakapan
bahasa Arab
·
Memakai buku-buku
literatur bahasa Arab kontemporer
·
Memiliki sekolah formal
dibawah kurikulum diknas atau Kemenag
· Tidak lagi memakai sistem
pengajian tradisional seperti sorogan, wetonan dan bandongan
c) Pesantren
Kombinasi Salaf dan Modern
Pesantren kombinasi salaf dan modern
merupakan kombinasi antara ponpes salaf dan modern, dalam arti ada pendidikan
formal dan sistem pembelajaran bahasa arab dan Inggris aktif disamping
pendidikan kitab kuning.
Pondok Pesantren Darul Arifin II
merupakan cabang pondok pesantren kedua yag berada di desa Curangkalong
Kecamatan Bangsalsari. Sistem pembelajaran di pesantren Darul Arifin II memang
berbeda dari sistem pondok pertama yang menerapkan sistem pembelajaran
pesantren salaf. Pondok Pesantren Darul Arifin II merupakan pesantren kombinasi
salaf dan modern, dikarenakan merupakan pesantren yang dikhususkan untuk mahasiswi.
Perbedaan peraturan di dalamnya juga pasti dikarenakan adanya pertimbangan-pertimbangan
yang sudah di diskusikan dengan matang.
Pondok Pesantren Darul Arifin II
mengalami proses perjalanan yang sangat panjang. Bermula dari semangat juang
pengurus yang awalnya beranggota tiga orang, yakni ning Farah Sayyidah Abdullah
yang merupakan putri tertua Dr. KH. Abdullah
Syamsul Arifin S.Ag. M.H.I, ning Qonita Hulwana yang merupakan keponakan
kyai. dan Ana Fitriyana yang merupakan mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Khas Jember yang diminta untuk
mengabdi di pondok pesantren. Dikarenakan Pondok Pesantren ini terbilang baru ,
tentunya dalam membenahi semua sistem pada awalnya sangat sulit, namun seiring
berjalannya waktu susunan kepengurusan yang awalnya tiga orang ditambah menjadi
beberapa sesuai dengan kebutuhan.
Susunan kepengurusan sendiri saat ini terdiri dari : Pengurus Pusat, Pengurus Cabang, Devisi Madrasatul Qur’an, Devisi Ubudiyah, Devisi Pendidikan dan Kebahasaan, Devisi Keamanan, Devisi Kebersihan, dan Devisi Information and Techonology (IT). Dengan adanya pelebaran kepengurusan saat ini dapat membantu memudahkan program-program pondok dalam tercapainya tujuan yang baik sesuai dengan visi dan misi dari Pondok Pesantren sendiri.
Selain faktor metode, keberhasilan pesantren juga dikarenakan Sumber Daya Manusia yang baik. Adanya kerjasama antara orang tua, pengasuh, pengurus dan santri harus saling berkesinambungan. Selain itu sumber daya penunjang lain juga harus mengiringi agar tujuan dapat dicapai dengan baik. Biaya pondok pesantren sendiri sangat terjangkau jika dibandingkan dengan fasilitas yang diberikan yang setara dengan kos-kos an disekitar. Hal ini dikarenakan niat awal Kyai mendirikan pesantren bukan dengan tujuan bisnis melainkan memberikan sistem yang baik dalam segi keagamaan dan pendidikan dengan memperhatikan ekonomi masyarakat, sehingga memudahkan mahasiswi yang tempat tinggalnya jauh dari kampus untuk tetap dapat menimba ilmu.
Program pondok pesantren memang disesuaikan
dengan kegiatan kampus, sehingga tidak memberatkan mahasiswi untuk tetap dapat
aktif dalam akademika dan organisasi kampus. Mahasiswi juga dapat mengembangkan
public speakingnya dan mendalami ilmu keagamaan yang sudah difasilitasi oleh
pesantren dengan pembelajaran bahasa asing secara intensif dengan tidak
meninggalkan pembelajaran kitab kuning. Selain itu bagi mahasiswi yang memiliki
keinginan menghafalkan Al-Qur’an juga dapat tertampung dengan program yang telah
diberikan oleh pesantren. Pesantren juga mewadahi perpaduan aspek orientasi
dakwah dan pendidikan melalui pengembangan bakat dan minat santri dalam
mengasah kemampuannya, baik dibidang shalawat, pidato, puisi, lingkaran pena
kepenulisan dan public speaking bahasa Arab dan Inggris.
B. Visi dan Misi Pondok Pesantren
Fasilitas Pesantren
Kenyamanan santri dalam
pembelajaran juga menjadi faktor pendukung terciptanya pesantren yang
berkualitas. Untuk itu selain memberikan aspek dan wadah yang baik, Pondok
Pesantren Mahasiswi Darul Arifin II juga mempertimbangkan aspek kenyamanan
santri. Adapun fasilitas yang diberikan adalah sebagai berikut :
1. Gedung
2. Musholla
3. Kantin
4. Ruang
kamar
5. Kamar
mandi
6. Ranjang
Single bad
7. Free
wifi
8. Lemari
baju
9. Clothes
line area
10. Post
Satpam 24 jam
11. Mini
Market
12. Kipas
Angin
13. Parkir
Area
D.
Program
Pesantren
Program pesantren yamg
dapat diberikan di Pondok Pesantren Mahasiswi Darul Arifin II adalah sebagai
berikut :
· Kajian Kitab Kuning (
tauhid, ilmu tafsir, hadist, fiqih, akhlaq, tasawwuf, nahwu dan sharraf)
·
Pendalaman Funun
Islamiyah
·
Penguatan ASWAJA
·
Pengembangan bahasa Asing
( Arab dan Inggris)
·
Jam’iyah Tahfidz Al-
Qur’an (JTQ)
·
Jam’iyah Tahsin Al-Quran
(JTQ)
·
Majlis Dzikir dan
Sholawat
·
Al- Banjari Grub Shalawat
(Putri)
·
Pekan Bahasa
·
FLP_DA (Forum Lingkar
Pena_Darul Arifin II)
·
Pengembanan Bakat Minat
Santri
ditulis oleh : Wardatul Fitriya
Komentar
Posting Komentar